top of page
giphy.gif

10 Fakta Unik tentang Tahun Baru Imlek yang Mungkin Belum Kamu Tahu

Writer: Zhang Laoshi Mandarin CenterZhang Laoshi Mandarin Center
 

10 Fakta Unik tentang Tahun Baru Imlek yang Mungkin Belum Kamu Tahu


Tahun Baru Imlek adalah perayaan yang penuh warna dan tradisi, namun ada banyak sisi unik dari perayaan ini yang mungkin belum banyak diketahui. Selain makanan lezat dan angpao merah, ada banyak hal menarik dan tidak biasa tentang Imlek yang menyimpan cerita dan filosofi mendalam. Berikut adalah beberapa fakta menarik yang jarang diketahui tentang Imlek.


1. Malam Tahun Baru Dihiasi dengan 'Malam Persiapan'

Di Tiongkok, malam menjelang Imlek disebut sebagai "Chúxī" (除夕) atau Malam Pergantian Tahun, yang dianggap sangat penting. Ini bukan hanya tentang makan malam bersama keluarga, tetapi juga malam untuk "menyapu" tahun lama. Aktivitas persiapan ini termasuk menempelkan papan pasak merah (春联) di pintu rumah yang berisi doa dan harapan. Tradisi ini dilakukan untuk mendatangkan keberuntungan dan mengusir roh jahat.


2. Menghindari Kata-Kata Sial

Sebelum dan selama perayaan Imlek, banyak keluarga yang sangat berhati-hati dalam memilih kata-kata, karena beberapa kata dianggap membawa nasib buruk. Misalnya, kata "kematian" (死) atau "miskin" (穷) harus dihindari. Selain itu, orang Tionghoa tidak boleh menangis atau berdebat saat Imlek karena itu dianggap akan mendatangkan kesialan sepanjang tahun.


3. Menggunakan Kertas Merah sebagai Pelindung

Selain lentera merah, ada juga kebiasaan menempelkan kertas merah pada pintu rumah dan jendela. Kertas ini berfungsi sebagai simbol pelindung rumah dari roh jahat. Biasanya, kertas ini diisi dengan karakter-karakter keberuntungan atau doa untuk keselamatan. Salah satu karakter yang sering muncul adalah "Fu" (福), yang berarti kebahagiaan atau keberuntungan.


4. Makan Makanan dengan Bentuk 'Keberuntungan'

Selain kue keranjang dan ikan, orang Tionghoa juga makan makanan tertentu yang memiliki bentuk atau nama yang membawa harapan baik. Contohnya, dumpling atau jiaozi yang berbentuk seperti batang emas, melambangkan kekayaan dan kemakmuran. Mie panjang yang tidak boleh diputuskan saat dimakan juga melambangkan umur panjang. Bahkan, ada yang sengaja memasukkan syal kecil atau benda simbolik lainnya ke dalam makanan untuk "menyembunyikan keberuntungan" yang akan ditemukan oleh anggota keluarga.


5. Tahun Baru Imlek Tidak Selalu Dimulai pada Tanggal yang Sama

Seperti yang telah diketahui, Imlek tidak mengikuti kalender Gregorian, tetapi berdasarkan pergerakan bulan. Oleh karena itu, tanggal dimulainya Tahun Baru China berubah setiap tahun. Namun, yang lebih unik lagi adalah ada tahun-tahun di mana Imlek bisa jatuh lebih awal atau lebih lambat dalam kalender Gregorian, yaitu antara akhir Januari hingga pertengahan Februari. Ini menjadikan perayaan Imlek sangat dinamis, tergantung posisi bulan.


6. Taoisme dan Feng Shui Berperan Besar

Bagi banyak orang Tionghoa, Imlek bukan hanya sekadar perayaan biasa, tetapi juga terkait erat dengan ajaran Taoisme dan Feng Shui. Sebelum memasuki tahun baru, banyak keluarga yang memperbaiki posisi perabot rumah, mengatur ulang ruang agar arus energi (chi) lebih baik dan membawa keberuntungan. Misalnya, pintu masuk rumah harus selalu bersih dan terang agar membawa energi positif. Bahkan, lokasi makan malam keluarga sering dipilih dengan memperhatikan prinsip Feng Shui.


7. Bermain "Bola Api" di Malam Tahun Baru

Di beberapa daerah di Tiongkok, ada tradisi bermain bola api yang terjadi pada malam Tahun Baru. Ini adalah kegiatan di mana bola api besar dilemparkan dan berputar di langit malam. Tradisi ini berasal dari Shandong dan memiliki tujuan mengusir roh jahat. Meskipun ini bukan tradisi yang umum di semua daerah, bola api menjadi simbol keberanian dan semangat api yang mengusir kesulitan dan menghadirkan keberuntungan.


8. Angpao Diberikan dengan "Jumlah Ganjil"

Meskipun kebanyakan orang tahu bahwa angpao atau amplop merah berisi uang adalah hadiah yang paling ditunggu, ada satu aturan unik terkait jumlah uang yang diberikan. Jumlah uang dalam angpao harus berupa angka ganjil (kecuali jumlah yang dibagi dua, seperti 8, yang dianggap sangat beruntung). Angka ganjil dianggap membawa lebih banyak keberuntungan karena dalam bahasa Tionghoa, angka ganjil berkaitan dengan pertumbuhan dan perubahan yang berkelanjutan.


9. Perayaan Imlek di Luar China Menciptakan Tradisi Baru

Di luar Tiongkok, perayaan Imlek sering kali menggabungkan unsur budaya lokal dengan tradisi Tionghoa. Di Singapura, misalnya, ada Festival Imlek Chingay yang terkenal, di mana perarakan disertai dengan kostum berwarna cerah, tarian naga, dan pertunjukan kembang api. Di Indonesia, Imlek dirayakan dengan barongsai (tari singa) yang melibatkan gerakan akrobatik dan seni bela diri. Tradisi ini menunjukkan bagaimana Imlek telah menjadi bagian dari budaya dunia yang lebih luas, menciptakan berbagai adaptasi yang unik di setiap negara.


10. Bersantai dengan "Tebak-Tebakan Imlek"

Ada tradisi seru selama Imlek yang dikenal dengan "Tebak-Tebakan Imlek". Saat berkumpul dengan keluarga, orang-orang sering memainkan permainan tradisional, seperti "xiangqi" (catur Cina) atau permainan kartu, sambil menebak keberuntungan masing-masing. Setiap orang menulis harapan dan tujuan mereka di kertas kecil, yang kemudian dibacakan atau ditebak oleh orang lain. Jika tebakan benar, itu dianggap sebagai pertanda baik.


Penutup

Imlek bukan hanya tentang perayaan megah dan makan bersama keluarga, tetapi juga penuh dengan simbolisme dan tradisi yang mendalam. Dari hal-hal kecil seperti memilih kata-kata yang tepat hingga ritual besar seperti pesta kembang api dan permainan tebak-tebakan, perayaan Imlek menunjukkan betapa kaya dan berwarnanya budaya Tionghoa. Setiap tradisi membawa pesan tentang harapan, kebersamaan, dan keberuntungan yang diinginkan sepanjang tahun yang baru. Jadi, jika kamu merayakan atau mengunjungi keluarga Tionghoa selama Imlek, pastikan untuk mengetahui makna mendalam di balik setiap kebiasaan yang ada!

 
 
 

コメント

5つ星のうち0と評価されています。
まだ評価がありません

評価を追加

For our latest Mandarin tips and news subscribe below

Social

Whatsapp

​Email

Instagram

Contact

+6281772869140

​@zhanglaoshi.mandarincenter

  • TikTok
  • Instagram
  • Facebook
  • LinkedIn

© 2020

PT Sino Indonesia Mevendra

Jalan Slamet Riyadi 259, Penumping, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia

SINO.png

Our Partner:

USH_edited.png
srikandi_edited.png
bottom of page